Pages

Tampilkan postingan dengan label Mahayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahayana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

Ringkasan Mahayana

RINGKASAN  MAHAYANA
Oleh : Putradi

1.Konsili keempat (titik perkembangan Mahayana)
Tahun 78 SM di Kashmir dipimpin oleh Vasumitra dan Asvagosa dilaksanakan atas anjuran raja Kanisha. Mrp titik awal perkembangan Mahayana, dimana dlm konsili 4 ini tidak dihadiri dari golongan staviravada yg mrp sesepuh dari theravada.

Minggu, 10 Maret 2013

MAKALAH SAMURTI SATYA

Makalah Samurti Satya
Oleh : Putradi
Npm : 1110139


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
saṃvṛti-satya, (Sansekerta) "kebenaran empiris", dalam pemikiran Buddha, kebenaran berdasarkan pengertian umum tentang orang biasa. Hal ini mengacu pada realitas empiris biasanya diterima dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diterima untuk tujuan komunikasi praktis. Hal ini berbeda dengan kebenaran hakiki (paramārtha-satya), yang terletak di bawah fenomena empiris dan berada di luar ekspresi verbal. Ini kebenaran hakiki adalah bahwa kekosongan universal (sunyata), dianggap sebagai sifat sejati dari dunia fenomenal, yang tidak memiliki kekukuhan independen.

Selasa, 20 November 2012

Nagarjuna

Nagarjuna

Uraian paling dini tentang Nagarjuna diberikan oleh Kumarajiva. Pada masa muda Nagarjuna sudah memiliki kekuatan batin, ketajaman intelektual dan kemampuan serta memahami kebenaran yang mendalam. Nagarjuna mampu memahami Tripitaka dalam 90 hari.

Persamaan dan Perbedaan Hinayana dan Mahayana

Persamaan dan Perbedaan Hinayana dan Mahayana

  1. Latar Belakang Masalah
Semenjak Sang Buddha parinibbana terdapat beberapa usaha untuk menlestarikan ajaran Buddha. Diprakarsai oleh Maha Kassapa terbentuklah Sanghayana I yang berusaha melestarikan ajaran Buddha dengan mengulang kembali ajaran-ajaran Buddha melalui bhikkhu Ananda dan Bhikkhu Upali yang mengulang Dhamma dan Vinaya.

Pokok pokok mahayana



RINGKASAN MAHAYANA
1. Konsili keempat (titik perkembangan Mahayana)
Tahun 78 SM di Kashmir dipimpin oleh Vasumitra dan Asvagosa dilaksanakan atas anjuran raja Kanisha. Mrp titik awal perkembangan Mahayana, dimana dlm konsili 4 ini tidak dihadiri dari golongan staviravada yg mrp sesepuh dari theravada.

Minggu, 18 November 2012

Mahayana

1.      Kemunculan mahayana dan ajaran yang mendasar.
1. Ajaran yang absolut dan Tri kaya
2. Sunya sunyata
3. Samvrti Satya dan Paramartha Satya
4. Pudgala Nairatmya dan Dharma Nairatmya
5. Nirvana dan Samsara

Rabu, 31 Oktober 2012

Sutra samanatabhadrotsahana (pertobatan)


Semua kesalahan bagaikan bunga es di atas tanah;
Ketika mentari kebijaksanaan terbit, ia akan hilang
Oleh karena itulah dengan segenap hati
Kita harus sesali kejatuhan keenam indera kita.
(Sutra Samantabhadrotsahana Parivarta)

Semua “kesalahan”pada dasarnya sunya
Manusia bukanlah makhluk suci, bagaimana mereka bisa diharapkan untuk hidup tanpa berbuat kesalahan? Pepatah kuno ini adalah awal yang baik untuk memulai pembahasan ini. Seperti penyakit, perbuatan salah adalah bagian yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Sulit rasanya bagi kita untuk melewatkan satu hari tanpa melakukan kesalahan; sebagian besar dari kita hampir terus menerus melanggar disiplin tubuh, ucapan dan pikiran. Kehidupan “normal” manusia dipenuhi dengan kebohongan, pencurian, mengobrol yang tak perlu, naik pitam, dan kesenangan indrawi yang berlebihan. Bahkan jika kita belajar untuk dapat menguasai tubuh dan mulut kita, banyak yang masih terus melanggar aturan disiplin yang lebih dalam melalui pikiran-pikiran seperti kecemburuan, kemarahan, keirihatian, dendam atau keserakahan.

Selasa, 30 Oktober 2012

Sutra delapan kesadaran agung


KESADARAN AGUNG PERTAMA

            Ketidak-langgengan merupakan ciri segala sesuatu di alam semesta. Alam semesta adalah berbahaya, rapuh serta kotor serta dapat mengalami kehancuran. Badan jasmani yang diuraikan menjadi empat unsur pokok (maha-bhuta) berpautan dengan penderitaan dan kekosongan (Sunya). Gabungan lima faktor kehidupan (skandha) tidak memiliki suatu pribadi (Ego) yang Nyata. Adalah merupakan suatu hukum bahwa segala sesuatu yang berkondisi akan timbul dan lenyap.

Selasa, 16 Oktober 2012

Hinayana sebuah mitos kuno


Hinayana sebuah mitos kuno

Kata Hinayana bukanlah berasal dari bahasa Tibet, bukan berasal dari bahasa China, Inggris ataupun Bantu, tetapi berasal dari bahasa Pali dan Sanskerta. Oleh karena itu, satu-satunya pendekatan yang masuk akal untuk menemukan arti dari kata tersebut, adalah mempelajari bagaimana kata hinayana digunakan dalam teks Pali dan Sanskerta.

Selasa, 02 Oktober 2012

Aliran tantra


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Aliran Tantra

1.      Pegertian Aliran Tantra

Pelopor aliran tantra adalah Subhakarasinha, Vajrabodhi dan Amogavajra Tantra merupakan aliran dalam agama buddha (mahayana) yang bersopat esoteric atau (rahasia). Aliran ini  mengutamakan praktek-perakatek  atau upacara-upacara keagaman yang bersipat mistik dengan sarana-sarana seperti: mudra,daranai mantra serata mandalapa. Tantra ini juga menekankan praktek mistik dalam usahanya mencapai persatuan dengan kosmos dan melalui sarana-sarana seperti sikap tubuh (Mudra), konsentrasi pada ucapan (Dharani dan Mantra) dan pikiran (Yoga) yang dibantu dengan simbol religius lainnya.

Zen budhisme


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlY77Etxbn6KLKDX9A5JqB-hvuRp5_I9jTtk62sYfmbdoG7mLSJeGD9KhighdlAprgHvqyKYH5a7nLwNaURRaLlJLoSAB6Skk4ej4qTSrM4RmhusjwRwUW3qV0N3QkelW5KROtKXrP5Bs/s320/metal_buddha_statue1-1280x1024.jpg
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
C’han atau Zen merupakan aliran Budhisme yang lebih menitikberatkan pada meditasi atau pengalaman langsung. Sehingga dalam hal ini penyusun membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan meditasi atau pengalaman langsung, dan Zen ini apabila dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, maka praktisi akan lebih menerima manfaat yang sebenarnya dari pada yang hanya mempelajari kitab suci.
Penyusunan makalah bertujuan agar para pembaca dapat memahami dan mengetahui ajaran Zen, serta dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.  

pengertian mahayana



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlY77Etxbn6KLKDX9A5JqB-hvuRp5_I9jTtk62sYfmbdoG7mLSJeGD9KhighdlAprgHvqyKYH5a7nLwNaURRaLlJLoSAB6Skk4ej4qTSrM4RmhusjwRwUW3qV0N3QkelW5KROtKXrP5Bs/s320/metal_buddha_statue1-1280x1024.jpg

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Buddha lahir pada abad ke-6 SM. Setelah mencapaiPenerangan Sempurna pada umur 35 sampai Mahaparinibbana pada umur 80, belau menghabiskan seumur hidupnya untuk berdoa, berkhotbah, dan menyebarkan ajarannya. Selama 44 tahun, beliau mengajar dan berkhotbah siang dan malam hanya tidur 2 jam sehari.
Buddha berbicara dengan semua kalangan manusia: raja dan pangeran, brahmana, petani, pengemis, kaum terpelajar dan orang biasa. Ajarannya disesuaikan dengan pengalaman, tingkat pemahaman dan kapasitas mental pendengarnya. Apa yang diajarkannya dinamakan Buddha Vacana. Saat itu tidak dikenal dengan apa yang dinamakan Theravada atau Mahayana.

Garis besar sutra sutra mahayana



BAB I

A.    Latar belakang
Dari berbagi sutra ini tidak mudah di pahami maupun di mengerti jika tidak di pelajari degan berulalang-ulang. “Dimana tidak ada persepsi, pencerapan, konsepsi, atau tidak ada ekspresi konvensional, itulah yang disebut kesempurnaan kebijaksanaan.”

Kesempurnaan kebijaksanaan adalah keheningan, kekosongan, ketiadaan tujuan tanpa inti. Menurut sutra Prajnaparamita Hrdaya ini, bentuk adalah sunyata dan sunyata adalah bentuk.Segala sesuatu yang kita ketahui dan kita alami di dunia ini tidaklah kekal meskipun semua itu tampak nyata pada saat kita mengalaminya.Ketika kita memahami kesunyataan dan menyadari ketidakkekalan diri sendiri, kita telah memahami kebebasan sesuai dengan logika agama Buddha.

sejarah kemunculan mahayana

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlY77Etxbn6KLKDX9A5JqB-hvuRp5_I9jTtk62sYfmbdoG7mLSJeGD9KhighdlAprgHvqyKYH5a7nLwNaURRaLlJLoSAB6Skk4ej4qTSrM4RmhusjwRwUW3qV0N3QkelW5KROtKXrP5Bs/s320/metal_buddha_statue1-1280x1024.jpg
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aliran Mahayana dalam menjelaskan ajaran Sang Buddha mengunakan metode upaya kausalya, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah mangajarkan apa yang akan disampaikan kepada manusia, sehingga yang diajarkan dapat dipahami tanpa menimbulkan kesulitan dalam memahami artinya. Penjelasan Sunya dan sunyata banyak mengunakan metode upaya kausalnya. Nagarjuna telah dianggap sebagai bapak dari Mahayana, yang hidup antara abad kesatu dan kedua, yang dikenal sebagai filosofi Madhyamika.