Pages

Tampilkan postingan dengan label Murid utama Buddha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murid utama Buddha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

Yang arya moggalana



“Kami menghormat seorang bhikkhu yang bertingkah laku seperti Brahma, dapat memandang sekalipun hanya sejenak, matanya cemerlang namun sanggup mencerap, beribu-ribu alam semesta terbayang di depan matanya. Beliau, yang menguasai gejala-gejala rahasia, pun sanggup melihat sepanjang masa, dimana para dewa bangkit lalu sirna habis kembali.” (Theragatha, The Elders No.1181).

Jumat, 02 November 2012

Punna


(Unggul dalam membabarkan Dharma)

Tidak suka kekayaan, tetapi senang akan Dharma
Punna lahir di keluarga kaya di India. Orang tuanya sangat menyayanginya, tetapi Punna tidak menyukai emas, perak, dan barang-barang berharga lainnya di rumah. Ia suka mengamati masalah-masalah kehidupan, seperti dari mana manusia berasal, kemana manusia pergi setelah meninggal, dan dapatkah manusia tidak mati?

Rahula



(Unggul dalam ketenangan latihan)

Anak yang tidak tahu siapa ayahnya
Rahula adalah anak satu-satunya dari Pangeran Siddharta. Sebelum Sakyamuni meninggalkan keluarganya, ia menikah dengan Yasodhara yang cantik. Ayahnya, Raja Suddhodana, berkata, “Kalau engkau tidak memberiku cucu untuk mewarisi kerajaan ini pada masa depan, engkau tidak boleh meninggalkan keluarga.” Agar tidak mengecewakan ayahnya, Buddha menjadi ayah pada usia 29 tahun. Anaknya diberi nama “Rahula”.

Subhuti


  (Unggul dalam memahami kesunyaan)

Benda-benda yang lenyap
Pada suatu hari Subhuti dilahirkan, benda-benda di rumah, seperti tempat tidur, meja, dan kursi, semuanya mendadak lenyap. Tiga hari kemudian, benda-benda tersebut muncul kembali dan semuanya kembali seperti sedia kala. Anggota keluarganya sangat bingung. Mereka pergi bertanya kepada peramal dan sang peramal mengatakan, “Anak bukan orang biasa. Pada masa yang akan datang, kebijaksanaannya akan seluas alam semesta.”

Yang arya upali


Unggul dalam vinaya sila


Enam bangsawan muda Sakya, yaitu Ananda, Anuruddha, Bhaddiya, Bhagu, Devadatta dan Kimbila memutuskan bersama untuk menjadi siswa Sang Buddha. Ketika mereka meninggalkan Kapilavatthu, ibu kota kerajaan Sakya, mereka diiringi dengan rombongan besar kereta, gajah dan sejumlah pelayan untuk melayani mereka dalam perjalanan. Di perbatasan antara kerajaan Sakya dan kerajaan Magadha, mereka mengirim seluruh kereta kembali ke Kapilavatthu, dan yang tinggal bersama mereka hanyalah Upali, tukang cukur mereka.

Yang arya anuruddha


(Terkemuka dalam mata batin)

Sesaat sebelum parinibbhana (wafat), Sang Buddha menyampaikan kata-kata terakhir beliau,  “O, para bhikkhu, dengarkanlah baik-baik nasihatku: segala sesuatu yang terdiri atas paduan unsur-unsur akan hancur kembali. Karena itu berjuanglah dengan sungguh-sungguh..”

Yang arya maha kassapa



(Unggul dalam menjalankan latihan keras)

Y.A.Maha Kassapa terlahir sebagai putera tunggal Brahmana Kapila dan isterinya Sumanadevi. Ia diberi nama Pipphali dan hidup dalam kemewahan. Setelah dewasa orangtuanya menyuruhnya menikah, Pipphali menolak dengan berkata, “selama ayah dan ibu masih hidup, saya akan merawat ayah dan ibu. Setelah itu saya akan meninggalkan hidup keduniawian.” Karena orangtuanya mendesak terus untuk menikah, akhirnya ia membuat sebuah lukisan dan menyatakan ia akan menikah apabila ditemukan seorang gadis secantik gadis dalam lukisan itu. Banyak orang yang dikirim untuk mencari gadis seperti yang ada dilukisan itu. Di kota Sagala mereka bertemu Bhadda Kapilani, gadis yang sesuai dengan lukisan itu dan juga belum mau menikah. Akhirnya Pipphali dan Bhadda Kapilani menikah dan hidup bersama sampai orangtua Pipphali meninggal dunia.

Yang arya nagarjuna



(Naga Raja Filsafat Pembabar Dharma)

Diantara sekian banyak sutra yang diterjemahkan oleh Kumarajiva, beberapa diantaranya adalah karangan dari Nagarjuna, seorang ahli sastra dan filsafat, pembabar Dharma, penulis sutra, pendiri sekte jalan tengah atau yang lebih dikenal dengan Madhyamika. Nagarjuna merupakan tokoh penting dalam perkembangan agama Buddha, setelah para murid langsung Hyang Buddha Parinibbana. Beliau membawa pengaruh besar kepada Buddhisme di China dan Jepang sehingga berkembang sangat pesat, memperkenalkan praktek Dharma dengan sederhana. Pada masa Madhyamika inilah gerakan Mahayana timbul secara nyata. Merubah tujuan dari Arahat menjadi Bodhisattva dan Samyak Sambuddha.

Kamis, 18 Oktober 2012

Siswa-siswa utama Sang Buddha

Siswa - siswa Utama Sang Buddha
   
Sangha Bhikkhu:
1. Yang Ariya SARIPUTTA, Terkemuka dalam Kebijaksanaan
2. Yang Ariya MOGGALLANA, Terkemuka dalam Kekuatan Gaib
3. Yang Ariya ANANDA, Pembantu Tetap Sang Buddha dan Bendahara Dhamma
4. Yang Ariya MAHA KASSAPA, Terkemuka dalam Pelaksanaan Latihan Keras
5. Yang Ariya ANURUDDHA, Terkemuka dalam Mata Dewa
6. Yang Ariya UPALI, Terkemuka dalam Menjaga Sila
7. Yang Ariya RAHULA, Terkemuka dalam melaksanakan Kebaikan